Menurut Mr.M.Yamin bshes berdirinya negara kebangsaan indonesia tidak dapat di pisahkan dengan kerajaan-kerajaan Lama yang merupakan warisan nenek moyang bangsa indonesia. Negara kebangsaan indonesia terbentuk melalui tiga tahap yaitu : pertama, zaman sriwijaya di bawah wangsa syailendra(600-1400), yang bercirikan keprabuan. Kedua tahap tersebut merupakan negara kebangsaan indonesia lama. Kemudian ketiga negara kebangsaan modern yaitu negara indonesia merdeka (sekarang Negara proklamasi17 agustus 1945) (sekretariat Negara RI,1995 : II).
Pada abad ke VII muncullah suatu kerajaan di sumatra yaitu kerajaan sriwijaya, di bawah kekuasaan wangsa Syailendra. Hal ini termuat dalam prasati Kedudukan di kaki bukit Siguntang dekat palembang yang bertarikh 605 Caka atau 683 M. dalam bahasa melayu kuno dan huruf palawa. Kerajaan itu adalah kerajaan maritim yang mengandalkan kekuatan lautnya, kunci-kunci lalu lintas laut di sebelah barat di kuasai seperti selat sunda (686) kemudian selat malaka (775). Pada zaman itu kerajaan sriwijaya merupakan suatu kerajaan besar yang cukup di segani di kawasan asia selatan. perdagangan dilakukan dengan mempersatukan dengan pedagang pengrajin dan pegawai raja yang di sebut Tuha An Vatakvurah pengawas dan pengumpul semacam koperasi sehingga rakyat mudah untuk memasarkan barang daganganya (Kenneth R Hall, 1976 :75-77). Demikian pula dalam sistem pemerinatahannya terdapat pegawai pengurus pajak, harta benda kerajaan, rokhaniawan yang menjadi pengawas teknis pembangunan gedung-gedung dan patung-patung suci sehingga pada saat itu kerajaan dalam menjalankan sistem kerajaannya tidak dapat di lepaskan dengan nilai ketuhanan (Suwarno,1993,19).
Agama dan kebudayaan dikembangkannya dengan mendirikan suatu universutas agama buddha, yang sangat terkenal di negara lain di asia. Banyak musyafir dari negara lain misalnya dari china belajar terlebih dahulu di universitas tersebut terutama tentang agakma buddha dan bahasa sansakerta sebelum melanjutkan studintya ke india. Malahan banyak guru guru besar tamu dari india yang mengajar di sriwijaya misalnya darmakitri. Cita cita tentang kesejahteraan bersama dalam suatu negara telah tercermin pada kerajaan sriwijaya terebut yaitu berbunyi ‘marvuat vanua Criwyaya siddhayatra subhiksa’ (suatu cita-cita negara yang adil dan makmur)
Sulaiman,tanpa tahun : 53).

Iklan